Sabtu, 18 Desember 2010

The lowest point in my life #2

Guyz lanjut crita yg kmrn :)

Ternyta urusan gw gak hanya sampai disitu,berysukur saat itu gw sedang dkelilingi teman2 yg lain yg mendukung,saat gw merasa patah arang,yg lain mencoba membangkitkan semangat gw kembali, dengan segala pertimbangan,akhrnya gw coba bangkit u/ melanjutkan urusan gw. Gw harus menghadap sekjur terlebih dulu, dg rasa yg sangat malas,gak dsangka di dpn ruang dosen sudah bnyak mahasiswa yg lg nunggu dosen mereka masing2,untungnya sedang tdk ada yg berurusan dg sekjur tsb jd gw gak perlu antri segala. Ketika gw coba ngobrol dg sekjur tsb,180 drajat sekjur tsb langsung berbicara dg nada halus,gw jg jelas kaget,gw minta solusi dari msalah ini, dan gw mengemukakan apa yang sempat terlintas sebelumnya saat beliau menuduh saya, kemungkinan ada kesalah pahaman disini. ketika beliau menyuruh gw untuk remidiasi kemungkinan adalah untuk remidiasi mata kulian sosiologi komunikasi  yang udah gw remidi, karena MK tersebut masuk dalam transkip nilai akhir. dan saat gw bilang hal tersebut beliau mungkin juga baru ingat bahwa yang gw maksud adalah benar, dan beliau juga merasa salah atas kehilafan beliau. karena secara sadar beliau sudang menyetujui rekapitulasi nilai yang sudah di sah kan oleh kemahasiswaan dan pembimbing akademik, dan mana mungkin bisa sidang itu  bisa terlaksana tanpa jalur  beliau terlebih dahulu. keumdian beliau tanya MK apa aja yang D, gw sebutin satu persatu, salah satunya MK Ilmu Alam dasar, tetapi beliau malah bilang kalau MK IAD sudah ga ada, sudah di hapus, diganti dengan Ilmu Budaya Dasar,sedangkan IBD gw sudah lulus dengan nilai B, lalu apa lagi masalahnya?? intinya semua so complicated, dari sekjur gw di oper ke kajur, dari kajur gw di oper ke PD 1, dari PD 1 gw di oper lagi ke kajur dari kajur gw di oper lagi ke PD 1 akhirya di kajur...dan apa yg gw dapat?? sebelumnya beliau mau membuatkan surat tebusan untuk PD 1 , tp pas gw balik lagi ke beliau, apa yg gw dapat?? bukan surat tebusan buat PD 1 melaikan cuma meng ACC memo dari PD1 dengan membubuhi ttd beliau di secarik kertas memo tsb? keabsahannya masih dipertanyakan, beliau merujuk gw ke bagian kemahasiswaan untuk mengajukan remidiasi ke 3 MK tersebut. karena gw ngerasa capek dari pagi bulak balik atas bawah dengan kondisi perut kosong dan ber sepatu highheels, gw coba untuk pulang kekosan dulu, kebeneran pas jam istirahat, dan jam 1 siang gw coba balik lagi kekampus untuk ngadep bagian kemahasiswaan. pas gw bilang gw mau remidiasi tas MK terssebut beliau malah kaget dan bilang "ngapain km remidiasi lagi, u/ Mk ini km gak perlu remidi, ini tdk masuk dalam transkip akhir, klo emangada perubahan kurikulum, knp saya tdk tahu atau tdk disosialisasiakn?jgn samakan reguler dan non-reguler" gw cukup kaget mendengar ucapan beliau, yg artinya peraturan di dalam nya ada ketidaksinkronan atau sosialisasi tdk merata,  gw coba cerita apa yang terjadi sebenarnya  berharap semoga tdk ada remidiasi, karena gw tahu beliau juga tdk ada wewenang u/ sistem penilaian, yg berakhir dengan ucapan"yowes kw manut wae saiki" yg berarti gw harus menyerah...

dear camisole...:)
masalah diatas sejujurnya sangat bikin gw terpukul, gw seperti bola pimpong, atau alat permaianan birokrasi mereka.gw tidak pernah menyangka,
hal terbesar yang harus gw hadapi sekarang adalah beban rasa malu dan rasa beban moral ke orang tua gw yang tahu klo anaknya sudah melewati fase kelulusan. ketika gw harus melewati korisdor ruang dosen, semua mata seakan menelanjangi gw, menatap gw seakan gw seorang "suspect" seorang yang sangat bodoh karena isu yang beredar di mereka adalah karena nilai gw yg bermsalah dengan nilai D. rasanya mungkin sama seperti patah hati, kehilangan benda berarga, mungkin bahkan harga diri. saat itu gw ngalamin dilematis, bahkan sampai saat ini, gak tahu apa yg harus gw lakukan. langkah awal mungkin yg gw tahu adalah menyerah dan mengikuti anjuran2 lain yaitu remidi, yg seharusnya tdk perlu dilakukan!!

dear camisole.. :)
ternyata masalah senang untuk berkunjung dalam kehidupan gw, hari itu juga, sorenya gw medapat kabar lain yg sangat bikin gw merasa menjadi seorang pecundang dan useless( maaf mslh yg ini gak bs gw ceritain ), gw merasa memang bodoh. penyesalan selama 25 tahun gw hidup terbayang2 di depan gw. tahun 2010 ini cukup sudah gw mengahantui gw, dari awal tahun sampai akhir tahun berentetan masalah datang hinggap di diri gw :) thx god. mungkin ini yg namanya the lowest point in my life. jujur saat ini gw butuh seseorang yang bisa menopang gw jalan, menopang gw berdiri saat gw jatuh seperti ini, tp gw pun tdk bisa memaksakan kehendak karena tmn/sahabat/saudara memang sedang gak ada di sekeliling gw. ada satu nama yg selalu gw sebut pun yg gw anggap orang yg sangat gw butuh kan sekarang nyatanya seakan acuh dengan kondisi gw sekarang, gak mksd berfikir negatif, cuma mau memaklumi kondisi dia yg sekarang gak lagi sendiri :), daripada menambah masalah lagi, lebih baik gw mundur, gw coba untuk menghargai pasangannya. karena kita adalah se kaum hawa.

dear camisole ... :) gw cuma berandai, seandainya kita tdk terpisah jarak, gw yakin kalian orang yg  menjadi pilar2 gw saat jatuh saat ini :)

thx dear...love u all

_alit_

Jumat, 17 Desember 2010

the lowest point in my life #1

dear camisole..:)
sedikit lega rasanya ada blog ini, ketika kondisi kita sedang berjauhan...
dengan ini gw bisa bercerita ttg sesuatu yg menyangkut kondisi gw sekarang, yg sebelumnya hampir semua alur kehidupan gw sama sekali gak ada yang menarik untuk diceritakan, tapi kali ini maybe it must.
sesuai sms yang gw sebarin ke kalian, tentang jadwal sidang gw hari ini tgl 17 DESEMBER 2010. apa yang terjadi pada kenyataanya membuat gw merasa menjadi orang terbodoh! this is like the lowest point in my life, my wall like feel tumbling down. barus saja gw menjadi bola pimpong dlm birokrasi kampus. yang kalian tahu seharusnya hari ini adalah hari yang seharusnya menjadi hari kebahagiaan gw, hari kemenangan gw, setelah beberap tahun gw mengenyam bangku kuliah di kampus ini. tapi ternyata gw di hadapkan dengan kondisi  yang sangat-sangat di luar bayangan. dengan niat dan kesiapan yang matang gw berangakat ke kampus, tapi ternyata ketika detik2 itu dimulai, sidang sudah dibuka, gw terhentak dengan sekertaris yang mewaili sidang tsb. gw diberatkan dengan arsip yang gw punya, yaitu  masalah nilai MK. yang gw tempuh saat matrikulasi di waktu lalu. ada 3 MK dengan nilai D dengan alasan nilai D adalah nilai tidak lulus ( u/ aturan  terbaru ) yang sebelumnya gw gak pernah tahu hal tsb, karena memang tdk ada sosialisainya. selaku ketua sidang hal tsb dikonfirm ulang ke jurusan / ke pendidikan. gak lama kemudian sekjur non-reg masuk dan lagi2 saya terhentak dengan ucapan beliau yang seola2 menuduh gw dan menyahkan gw. sambil  mengacungkan telunjuk ke hadapan muka saya di hadapan 3 dosen yang lain beliau berkata " kamu ini gmn seh kan dari dulu saya bilang kamu harus remidi, km kok malah ngeyel, KM MAMU NIPU SAYA YA, YA KM MAU NIPU SAYA, kan sudah saya bilang km remidi, tp kok bla bla bla" gw kaget denga sikap beliau. yang menurut saya juga tdk etis untuk dalam kondisi tsb. hal itu mengancam keberlangsungan sidang gw. dan dengan lantang beliau menelpon ketua sidang yang sedang mengurus kan nilai saya, dang dengan lantang pula beliau bilang "gak bisa buk, bocahe kudu ngulang", pendadarane DIBATALKAN", guys...tahu ka what it's mean?? ya itu adalah the finall decition, dan sudah diketok palu o/ ketua sidang.

_alit_

Rabu, 15 Desember 2010

12:43am soc thursday

hayyy ulan gimana persiapanmu darleeeeeeennng?? gimana undangannya??

hayyy aliet pastinya lagi bingung yaaaa buat jumat besok majuuu

haayyy umey n embemmm... lagi sibuk apa sih?? kasih tau kita2 duooongg  

luvyu all
-bunda kenzie-

Kamis, 09 Desember 2010

The Key is Being Grateful!


Hi guys.. long time no see.. Aku sangat  merindukan kalian sampai-sampai semalam aku bermimpi Tembem, Ariey, dan Dyas entah di dalam cerita apa. Mungkin gara-gara kemarin baca status Mbem yang Hpnya kecopetan, Ariey yang curhat tentang Altaf, dan Dyas yang cerita tentang skripsi dan tiba-tiba kalian semua ada di dalam mimpiku.
Beberapa waktu ini aku  melewati berbagai macam cerita dari sedih, marah, seneng. Singkatnya, dengan sifatku yang grasa-grusu alias gak sabaran, aku rada geregetan ngeliat to-do-list yang juga belum kelar mengenai wedding. Dari mulai seserahan, souvenir, undangan, prewedding foto, sampai hal pendukung pernikahan lainnya.
Ada suatu masalah yang bener-bener harus aku kejar dalam waktu yang terlihat panjang tapi sebenernya ini sangat pendek karena dalam 1 bulan, waktu sesungguhnya untuk mempersiapkan semua adalah hanya saat weekend. Jadi bagi kami 1 bulan ≠ 30 hari melainkan 8 hari (4 x Sabtu dan Minggu). Yup, ini karena jarak. Solo, Semarang, Tegal yang sangat menguras waktu kami.
Saat itu aku berharap kondisi kita adalah saat kita berlima masih ada di solo. Aku pikir, paling tidak, ada bantuan dan dorongan moral dari kalian untuk menenangkan aku. Paling tidak, aku bisa cerita masalah untuk meringankan beban dan lain sebagainya.
Belum lagi kesibukan dan masalah lain di kantor yang benar-benar menguras tenaga, pikiran dan perasaan. Semuanya menjadi sangat menyebalkan.
 Bahkan untuk urusan souvenir aku sempet berantem dahsyat dengan mama. Aku berteriak padanya dan dia gak mau angkat telponku. Sedih. Di satu sisi aku kurang setuju dengan keputusan yang dia ambil tanpa koordinasi, tapi di sisi lain aku sangat menyesal dengan sikapku itu. Tapi alhamdulilah akhirnya kami berbaikan.
Belum genap satu minggu, masalah lain datang (secara detail aku akan cerita sampai saatnya nanti). Intinya aku harus mencuri waktu kerja untuk menyelesaikan masalah ini. Kurang lebih satu minggu, masalah ini kelar. Untungnya ada hari libur dalam minggu kemarin. Jadi dari sabtu minggu tanggal 4-5 Yayan di Semarang, hari Minggu malem dia berangkat ke Solo untuk bekerja, dan hari Senin malam dia ke Semarang lagi untuk menyelesaikan masalah ini. Aku bersyukur.
Di lain cerita aku terus dan terus bertengkar denganYayan. Dulu yang ibarat kami satu kata dan satu hati, kali ini that’s bullshit. Semuanya berbeda. Keinginan, persepsi, harapan, semua beda. Bahkan saking sibuknya saat bertemu, tidak sempat kami untuk memperhatikan hal-hal romantis. Kami sibuk membeli ini dan itu dan kami sibuk bertengkar.
Saat ini, progress persiapan menjelang 75 persen. Untuk bulan ini target penyelesaian adalah Foto, Undangan, dan selesainya proses pembuatan baju dan seragam keluargaku.
Hm.. anyway aku sadar, seharusnya aku dapat bersyukur dengan segala kondisi yang ada padaku. Saat aku dalam masalah mungkin juga Dyas, Alit, Mbem, dan Ariey berada dalam masalah lain yang tidak diketahui oleh sama lain. Karna hell yes, semua orang mempunya problema masing-masing. Dan pada saat kita bersyukur, saat itu pula kita akan dengan mudah menjalaninya.
Dan saat ini saya berusaha menikmati proses ini (baca: bersyukur, red)..

C o n f e s s i o n

Yang terjadi sebelumnya adalah aku terlalu mengharapkan kehadiran kalian pada pernikahanku yang menjadikan aku sangat kecewa saat Dyas menyampaikan kemungkinan bahwa Zaki tidak bisa hadir yang otomatis sebagian dari kalian juga tidak dapat hadir. Tapi kemudian aku sadar bahwa kita tidak bisa terlalu idealis terhadap apapun. Karena di dunia ini tidak ada yang pasti. Semuanya unpredictable. Dan kali ini aku berdoa semoga aku beruntung. Beruntung untuk mendapatkan semua sesuai keinginan, including attandance of my friends on my special day.

Love you Camisole!

- Wulan -

Rabu, 08 Desember 2010

kegundahan di tengah malam | soc 9des 12.35am

alhamdulillah akhirnya terjawab juga jawaban bagaimana menyatukan kita hehehe..

semoga bermanfaat ya girls.. mwahhhh

-bundakenzie-